Site icon Wegreen

Antisipasi Dampak Abrasi, Mahasiswa UIN Walisongo Tanam Mangrove di Pantai Mangkang

Sebanyak 75 Mahasiswa Pendidikan Biologi dan Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang mengadakan penanaman 1500 tanaman mangrove di Pantai Mangunharjo Mangkang Semarang. Acara penanaman mangrove ini merupakan serangkaian acara OPABIO (Orientasi Pengenalan Biologi) yang diadakan oleh himpunan mahasiswa Jurusan Biologi. “Acara ini adalah acara taaruf dan makrab untuk mahasiswa baru yang dikemas dengan adanya penanaman mangrove sebagai wujud kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan”, Kata Maila Shofa selaku Ketua HMJ Biologi UIN. Puluhan mahasiswa yang didampingi oleh Dr. Ruswan, M.A. (Dekan Saintek UIN Walisongo), Saifullah Hidayat, S.Pd., M.Sc. (Dosen Biologi), Sururi (Aktivis Lingkungan) dan didukung oleh Badan Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Tengah.

Mangrove yang ditanam berjenis Rhizophora sp. (bakau) yang memiliki akar tunjang. Mangrove dikenal sebagai tanaman yang berfungsi sebagai “green belt” atau sabuk pantai yang dapat  melindungi dari dampak abrasi. “Generasi sekarang harus melakukan upaya koservasi terhadap lingkungan untuk menjaga kelangsungan hidup generasi yang akan datang atau anak cucu kita” tutur Ruswan dalam sambutannya di acara OPABIO.

Sebagai aktivis lingkungan, Sururi berharap agar para mahasiswa menjadi garda depan dan memiliki kepedulian dalam penyelamatan lingkungan. Lingkungan rusak akibat perbuatan manusia, maka manusialah yang paling bertanggung jawab untuk menjaga lingkungan agar tetap lestari.